Engkau masih saja memikat
Waktu itu langit berwajah jingga
Diiringi tarian anggun burung gereja
Pesona senja turun pelan dari anak tangga
Lengkungan gincu merah jambu
Membuatnya semakin lucu
Sepasang kejora hadir
Dalam sebuah bingkai jendela mata
Angin senang menyapanya,
Meniup halus hingga berkibar kerudungnya
Jika filsuf mencari hakikat cantik,
Akan ku bawa kau sebagai simbol kecantikan
Jika cendikiawan bermusyawarah tentang keindahan,
Tak perlu ku jelaskan karena kau lebih dari indah
Ahh, kau ini
Selalu saja mampu memikat,
Bahkan pada dinginmu yang pekat
0 komentar:
Posting Komentar